Senin, 25 Mei 2015

Mengajar Anak-anak di Sanggar (4)


Tanggal kegiatan : 23 Mei 2015
Lokasi                : Yayasan Yatim Al - Hidayah
Alamat               : Jl. Keb. Jeruk Raya Batusari Gg. Swadaya Rt. 009/05 No. 12 Kel. Kec. Kebon Jeruk                                Jakarta Barat

Pertemuan ini merupakan pertemuan keempat dan juga merupakan pertemuan terakhir bagi saya, Dimas dan Ricky. Pada pertemuan ini, William dan Ruby tidak hadir. William tidak hadir dikarenakan oleh waktu mengajarnya yang sudah mencapai 4 kali mengajar. Seperti halnya pertemuan kedua dan ketiga, kami mengajar matematika bahasa Inggris. Oleh karena hari tersebut merupakan pertemuan terakhir bagi saya, saya merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan anak-anak didik saya dan saya tidak terlalu aktif mengajar, cenderung bersifat pasif pada hari tersebut. Namun, ketika sesi pembelajaran bahasa Inggris berlangsung, saya sempat membantu Aska untuk membaca kata-kata yang ditulis oleh temannya, karena dia ingin menyalin kata-kata tersebut dan dia tidak dapat membaca beberapa tulisan tangan temannya tersebut.

Aldi tidak mempelajari matematika. Dimas mengajar ilmu pengetahuan alam (IPA) kepada Aldi, karena hal tersebut ialah permintaan dari Aldi sendiri. Sedangkan, Nabilah mengajar matematika kepada Habibie dan Jeffry mengajar bahasa Inggris kepada Fakih. Nabilah ingin menghukum Habibie dengan hukuman push up, namun saya menyarankan kepada Nabilah agar tidak menghukumnya dengan hukuman tersebut, melainkan dengan hukuman skot jump. Ternyata, selain disetujui oleh Nabilah, saran tersebut juga disetujui oleh Jeffry.

Sempat terjadi 2 kejadian yang tidak diinginkan baik oleh kami maupun oleh anak-anak. Pertama, ketika Jeffry menghukum Fakih dengan hukuman skot jump tersebut untuk kesekian kalinya karena salah menjawab pertanyaan yang diberikan olehnya. Saat melakukan skot jump, tiba-tiba Aldi yang sedang belajar bersama Dimas dan berada tidak jauh dari posisi Fakih saat melakukan skot jump menendang kaki kiri Fakih sehingga Fakih terjatuh. Hal tersebut sangat berbahaya bagi Fakih. Fakih pun menangis karena merasa sakit setelah terjatuh akibat ditendang oleh Aldi. Kami segera berusaha menenangkan Fakih. Jeffry memeluk Fakih, sedangkan saya mengelus-elus kepalanya. Dan Dimas menyuruh Aldi untuk meminta maaf kepada Fakih.

Kejadian kedua ialah ketika kami membiarkan sebagian dari anak-anak didik kami bermain dan beristirahat. Ketika bermain, tiba-tiba kepala Aska membentur salah satu alat permainan yang terdapat di ruangan yang berada di sebelah ruangan tempat kami mengajar (terdapat 2 buah alat permainan di ruangan tersebut). Kami menyangka bahwa Aska merasa sakit akibat kepalanya membentur alat permainan tersebut, namun ternyata dia terlihat baik-baik saja.

Setelah situasi membaik, kami pun melanjutkan sesi pengajaran kami. Tidak lama kemudian, kami memulai sesi pengajaran bahasa Inggris. Pada sesi pengajaran bahasa Inggris ini, saya membantu Aska untuk membacakan tulisan temannya, karena terdapat beberapa tulisan yang memang sulit untuk dibaca. Saya pribadi agak kesulitan untuk membaca tulisan-tulisan tersebut, namun setelah membandingkan tulisan-tulisan tersebut dengan tulisan-tulisan yang ditulis oleh Feloesia di papan tulis, saya dapat mengerti tentang apa yang harus ditulis oleh Aska dan bagaimana menulisnya.

Setelah sesi pengajaran bahasa Inggris selesai, Dimas berdiri di depan ruang kelas menyampaikan kata terakhir untuk anak-anak didik kami, karena ini merupakan pertemuan terakhir untuknya, saya dan Ricky. Dimas pun membagikan susu Ultra Milk kepada anak-anak satu demi satu. Setelah menerima susu-susu tersebut, mereka pulang ke rumah masing-masing.

Dokumentasi:



Foto bersama kami dengan anak-anak

Anak-anak sedang mencatat keyword-keyword bahasa Inggris







Kami juga berencana untuk memberikan tempat-tempat pensil ini untuk mereka.

Minggu, 24 Mei 2015

Mengajar Anak-anak di Sanggar (3)

Tanggal kegiatan : 22 Mei 2015
Lokasi                : Yayasan Yatim Al - Hidayah
Alamat               : Jl. Keb. Jeruk Raya Batusari Gg. Swadaya Rt. 009/05 No. 12 Kel. Kec. Kebon Jeruk                                Jakarta Barat

Seperti halnya pertemuan kedua, pada pertemuan ketiga, yaitu tanggal 22 Mei 2015, kami mengajar matematika dan bahasa Inggris. Ketika sesi pengajaran matematika berlangsung, kami membahas materi pertemuan kedua yang belum dipahami oleh anak-anak didik kami. Kami juga memberikan soal-soal baru untuk melatih anak-anak didik kami agar memiliki kemampuan berhitung yang baik. Pada hari tersebut, kami menerima 2 orang mahasiswa lain yang memiliki waktu mengajar yang kurang, yaitu Jeffry dan Pratiwi. Mereka pun ikut mengajar anak-anak di sanggar tersebut bersama kami untuk menambah waktu mengajar mereka.

Seperti hari sebelumnya, saya kesulitan dalam membuat soal untuk anak didik saya. Kesulitan yang saya hadapi masih sama, yaitu menentukan bilangan-bilangan yang akan dijadikan soal untuk dikerjakan oleh anak didik saya. Pada pertemuan ketiga ini, saya mengajar Nayla, yang pada pertemuan sebelumnya diajar oleh Feloesia. Sementara itu, PR yang saya berikan kepada Habibie pada pertemuan sebelumnya, diperiksa oleh Nabilah. Saya mencoba untuk lebih percaya diri pada pertemuan ini.

Saya sempat melakukan kecerobohan pada pertemuan ketiga ini. Sebenarnya, saya mendapat pesan singkat dari supir saya yang sedang mengantar pakaian dan buah-buahan yang saya butuhkan ketika saya berada di Binus Square (tempat saya tinggal), dan saya ingin membalasnya. Namun, menurut saya, ini merupakan kecerobohan yang saya lakukan pada hari tersebut yang dapat berakibat fatal. Saya menyesali perbuatan saya tersebut.

Setelah beristirahat sejenak, kami pun memulai sesi pengajaran bahasa Inggris. Materi yang kami ajarkan ialah nama-nama binatang. Seperti pada pertemuan sebelumnya, Feloesia memperagakan cara pengucapan keyword-keyword bahasa Inggris tersebut dan diulangi oleh anak-anak didik kami. Setelah itu, Dimas menggantikan posisi Feloesia di depan ruang kelas. Kami tidak membuat lagu untuk mengingat nama-nama binatang tersebut.

Kemudian, kami memanggil anak-anak didik kami satu per satu untuk menguji mereka tentang materi yang kami ajarkan kepada mereka pada pertemuan sebelumnya. Dan mereka yang dapat mengucapkannya dengan benar, kami berikan hadiah berupa susu kotak bermerek 'Ultra Milk' dan kami izinkan pulang.

Dokumentasi:

Menurut saya, ini merupakan kecerobohan yang saya lakukan. Tampak saya sedang memegang ponsel saya untuk membalas pesan singkat dari supir saya.

Feloesia mengajar dan memperagakan pengucapan nama-nama binatang yang diberikan.





Jeffry sedang berinteraksi dengan Aldi. Tampak pada foto, Pratiwi sedang duduk di bagian belakang ruang kelas, dan William sedang mengajar seorang anak yang tidak tampak pada foto.








Materi bahasa Inggris pertemuan ketiga, nama-nama binatang.

Salah satu soal latihan matematika yang dibuat oleh salah seorang anggota kelompok kami dengan jawaban soal tersebut yang diberikan oleh anak yang mengerjakannya

Dimas menggantikan posisi Feloesia



Mengajar anak-anak di sanggar (2)

Tanggal kegiatan : 20 Mei 2015
Lokasi                : Yayasan Yatim Al - Hidayah
Alamat               : Jl. Keb. Jeruk Raya Batusari Gg. Swadaya Rt. 009/05 No. 12 Kel. Kec. Kebon Jeruk                                Jakarta Barat

Pada pertemuan kedua, pada tanggal 20 Mei 2015, kami mengajar matematika dan bahasa Inggris. Matematika yang kami ajarkan ialah matematika dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Pada hari tersebut, seluruh anggota kelompok kami hadir di sanggar.

Pada hari tersebut, saya menemukan kesulitan baru dalam mengajar, berhubung pelajaran yang diajarkan ialah matematika. Kesulitan yang saya hadapi ialah menentukan soal yang akan saya berikan kepada Habibie, anak yang saya ajarkan, karena banyaknya angka yang dapat dijadikan soal (masing-masing dari kami mengajar seorang anak atau lebih). Cara menghitung saya berbeda dengan cara menghitung Dimas. Perbedaan ini saya rasakan khususnya ketika saya mengajar pengurangan kepada anak didik saya. Selain itu, saya mengajar dengan cara memeriksa jawaban yang diberikan oleh anak didik saya dan jika terdapat jawaban yang salah, saya akan menulis jawaban yang benar, karena saya berpikir bahwa dengan cara demikian, anak didik saya dapat lebih mudah memahami materi. Berbeda halnya dengan Dimas, dia memeriksa jawaban yang diberikan oleh anak didik saya sembari membahas jawaban tersebut dan cara anak tersebut menghitung.

Berbeda dengan pertemuan pertama, pada pertemuan kedua ini saya hanya mengajar 1 orang anak. Pada akhir sesi pembelajaran matematika, saya memberikan PR untuk dikerjakan oleh anak didik saya di rumah. Setelah itu, saya membiarkannya bermain di ruang bermain yang berada tepat di sebelah ruangan tersebut bersama dengan 2 orang anak lain yang ditemani oleh Dimas, karena menurut saya anak didik saya sudah lelah dan membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak.

Tidak lama kemudian, Feloesia memulai sesi pengajaran bahasa Inggris. Pada hari tersebut, bahasa Inggris yang diajarkan lebih variatif daripada bahasa Inggris yang diajarkan pada hari pertama. Hal ini sangat terlihat dari terdapatnya materi tambahan seperti nama-nama hari dan arah mata angin. Anak-anak didik kami, terutama yang perempuan terlihat antusias mengikuti sesi pengajaran kami. Anak-anak didik kami mengingat nama-nama hari yang diajarkan oleh Feloesia dengan cara menyanyikan lagu yang liriknya berisi nama-nama hari tersebut. Cara tersebut akan mempermudah mereka dalam mengingat nama-nama hari. Beberapa dari anggota kelompok kami mengajarkan kepada mereka bahwa cara mudah untuk mengingat arah mata angin ialah arah depan dianggap utara (north), belakang dianggap selatan (south), kiri dianggap barat (west), dan kanan dianggap timur (east). Tentu saja disertai dengan cara penyebutannya. Kemudian Feloesia memberikan tugas kepada anak-anak didik kami untuk menghafal nama-nama hari tersebut, dan dia mengatakan bahwa pada pertemuan berikutnya kami akan menguji mereka satu per satu dengan meyuruh mereka maju ke depan serta memberikan hadiah kepada mereka yang berhasil mengucapkan istilah-istilah yang diberikan dengan baik.

Dokumentasi:
Feloesia sedang mengajar Aska









Feloesia sedang memperagakan penyebutan keyword-keyword bahasa Inggris diikuti oleh anak-anak yang kami ajarkan




Masing-masing dari kami mengajar seorang anak. Saya (tidak tampak pada foto karena berada di sebelah kanan William yang mengenakan kaos biru) mengajar Habibie, William mengajar Aska, Nabilah mengajar 2 orang anak, salah satunya bernama Riska, Feloesia mengajar Nayla.


Saya sedang membuat soal matematika untuk Habibie