Tanggal kegiatan : 20 Mei 2015
Lokasi : Yayasan Yatim Al - Hidayah
Alamat : Jl. Keb. Jeruk Raya Batusari Gg. Swadaya Rt. 009/05 No. 12 Kel. Kec. Kebon Jeruk Jakarta Barat
Pada pertemuan kedua, pada tanggal 20 Mei 2015, kami mengajar matematika dan bahasa Inggris. Matematika yang kami ajarkan ialah matematika dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Pada hari tersebut, seluruh anggota kelompok kami hadir di sanggar.
Pada hari tersebut, saya menemukan kesulitan baru dalam mengajar, berhubung pelajaran yang diajarkan ialah matematika. Kesulitan yang saya hadapi ialah menentukan soal yang akan saya berikan kepada Habibie, anak yang saya ajarkan, karena banyaknya angka yang dapat dijadikan soal (masing-masing dari kami mengajar seorang anak atau lebih). Cara menghitung saya berbeda dengan cara menghitung Dimas. Perbedaan ini saya rasakan khususnya ketika saya mengajar pengurangan kepada anak didik saya. Selain itu, saya mengajar dengan cara memeriksa jawaban yang diberikan oleh anak didik saya dan jika terdapat jawaban yang salah, saya akan menulis jawaban yang benar, karena saya berpikir bahwa dengan cara demikian, anak didik saya dapat lebih mudah memahami materi. Berbeda halnya dengan Dimas, dia memeriksa jawaban yang diberikan oleh anak didik saya sembari membahas jawaban tersebut dan cara anak tersebut menghitung.
Berbeda dengan pertemuan pertama, pada pertemuan kedua ini saya hanya mengajar 1 orang anak. Pada akhir sesi pembelajaran matematika, saya memberikan PR untuk dikerjakan oleh anak didik saya di rumah. Setelah itu, saya membiarkannya bermain di ruang bermain yang berada tepat di sebelah ruangan tersebut bersama dengan 2 orang anak lain yang ditemani oleh Dimas, karena menurut saya anak didik saya sudah lelah dan membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak.
Tidak lama kemudian, Feloesia memulai sesi pengajaran bahasa Inggris. Pada hari tersebut, bahasa Inggris yang diajarkan lebih variatif daripada bahasa Inggris yang diajarkan pada hari pertama. Hal ini sangat terlihat dari terdapatnya materi tambahan seperti nama-nama hari dan arah mata angin. Anak-anak didik kami, terutama yang perempuan terlihat antusias mengikuti sesi pengajaran kami. Anak-anak didik kami mengingat nama-nama hari yang diajarkan oleh Feloesia dengan cara menyanyikan lagu yang liriknya berisi nama-nama hari tersebut. Cara tersebut akan mempermudah mereka dalam mengingat nama-nama hari. Beberapa dari anggota kelompok kami mengajarkan kepada mereka bahwa cara mudah untuk mengingat arah mata angin ialah arah depan dianggap utara (north), belakang dianggap selatan (south), kiri dianggap barat (west), dan kanan dianggap timur (east). Tentu saja disertai dengan cara penyebutannya. Kemudian Feloesia memberikan tugas kepada anak-anak didik kami untuk menghafal nama-nama hari tersebut, dan dia mengatakan bahwa pada pertemuan berikutnya kami akan menguji mereka satu per satu dengan meyuruh mereka maju ke depan serta memberikan hadiah kepada mereka yang berhasil mengucapkan istilah-istilah yang diberikan dengan baik.
Dokumentasi:
 |
| Feloesia sedang mengajar Aska |
 |
| Feloesia sedang memperagakan penyebutan keyword-keyword bahasa Inggris diikuti oleh anak-anak yang kami ajarkan |
 |
| Masing-masing dari kami mengajar seorang anak. Saya (tidak tampak pada foto karena berada di sebelah kanan William yang mengenakan kaos biru) mengajar Habibie, William mengajar Aska, Nabilah mengajar 2 orang anak, salah satunya bernama Riska, Feloesia mengajar Nayla. |
 |
| Saya sedang membuat soal matematika untuk Habibie |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar